Pandangan Dr .Rizal Ramli Pasca Debat Capres 2

Suasana Nobar Debat Capres ke- 2 Kubu 01 di Rumah Perjuangan Di Jalan Haji Bau Kota Makassar

Suasana Nobar Debat Capres ke-2 Kubu 02 di Roemah Djoeang Jl. Mapanyuki. 

Pada 17 Februari 2019 telah berlangsung debat ke-2 Calon Presiden Republik Indonesia 2019  di Hotel Sultan Senayan ,Jakarta Pusat.

Tema yang diangkat pada debat Pilpres ke- 2 ini adalah  energi , pangan, infrastuktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Demi menyemarakkan lagi kontestasi demokrasi 2019, para pendukung kedua kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi menggelar nonton bareng di beberapa titik di seluruh tabah air.

Tak ketinggalan, di Kota Makassar juga di adakan Nobar debat Capres antar kedua Kubu ini.

Pada malam itu, saya menyempatkan diri untuk datang meliput Nobar yang diadakan oleh kedua Tim kemenangan. Setelah mewawancarai Relawan dan TKD antar kedua kubu, saya mendapati kedua-dua kubu saling Klaim bahwa jagoan mereka pada pro rakyat.

Yah, dari itu saya mengangkat berita dengan judul " Nobar debat Capres ke-2 di Makassar, Kubu Prabowo dan Jokowi saling klaim pro-Rakyat." Bisa dibaca beritanya di sini .

Pada malam itu, ada juga yang pada ngaur relawannya. Jadi ada beberapa yang saya cut , sengaja saya tidak masukkan komentarnya. Padahal sudah ditunjuk langsung oleh tim untuk menjawab pertanyaan pers yang hadir..

Setelah itu saya, ingin meliput lagi pandangan Dr. Rizal Ramli Mantan Menteri keuangan di era Pak Abdurrahman Wahid (Gusdur).

Walaupun beliau jauh di Jakarta tapi pandangan beliau sempat beredar di beberapa Sosial media. Saya telah kirim beritanya ke redaksi tapi ditolak walapun telah saya olah kembali sesuai format pemberitaan dan sempat wawancarai seorang narasumber.

Yah udah kalau ditolak ..Seperti biasa,  jika ditolak maka blog inilah tempat penampungannya. Tapi pastinya dirubah formatanya bukan dalam bentuk berita lagi.

Jadi di blog ini saya tidak share berita saya yang ditolak tapi saya cuma berbagi apa pendapat Dr. Rizal Ramli. Berikut pandangan beliau.

Secara umum Jokowi sibuk mempertahankan dan mengampanyekan hal-hal yang telah dikerjakannya. Hanya saja, selama 4 tahun terakhir janji kampanye tentang kedaulatan pangan semakin jauh dari jangkauan.

Semakin sulit untuk tercapai. Dengan kinerja seperti itu, nyaris tidak mungkin mencapai cita-cita kedaulatan pangan.

Apalagi fokus terbesar hanya soal stabilitas harga. Artinya: kebijakan impor akan tetap menjadi strategi penting dari pemerintahan Jokowi yang akan datang. Tidak ada pergeseran strategi yang penting, kecuali mengulang praktek-praktek lama yang gagal.


Apalagi kebijakan impor yang jor-joran tersebut ditunggangi oleh kartel pemburu rente. Jokowi sama sekali mengabaikan pemburu rente tersebut dalam merusak kedaulatan pangan Indonesia.

Prabowo, memang tidak terlalu detail. Tetapi itikad, komitmennya untuk menciptakan kedaulatan pangan menjadi kenyataan sangat tegas dan jelas. Dan yang paling penting, keberpihakannya kepada kepentingan petani pangan, petani kebun, dan nelayan, sangat kuat.

Keberpihakan tersebut merupakan kunci dan arah penting dari arah kebijakan. Kelihatannya Prabowo tidak ingin bekerja untuk petani di Thailand, Vietnam, maupun pedagang garam besar di Australia.

Kita surprise bahwa capres Prabowo menyatakan akan menurunkan tarif listrik yang selama ini sangat memukul daya beli golongan menengah ke bawah, pengguna listrik 450 kWh dan 900 kWh. Mereka termasuk kategori miskin dan nyaris miskin. Inilah salah satu penyebab merosotnya daya beli golongan menengah ke bawah sejak 2 tahun terakhir.

Keinginan Prabowo untuk menurunkan tarif listrik untuk golongan miskin dan nyaris miskin tersebut akan sangat membantu daya beli mereka dalam waktu cepat. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal ini.

Selama ini berbagai kejahatan dan masalah lingkungan hidup tertutup secara institusional akibat penggabungan Kementerian Lingkungan HIdup dengan Kementerian Kehutanan oleh Pemerintah Jokowi. Bukti yang paling kasat mata adalah nilai kerusakan lingkungan PT Freeport sebesar Rp 185 triliun bisa dihapuskan oleh pemerintah.

Belum lagi berbagai potensi pelanggaran lingkungan hidup dalam kasus reklamasi, dan pembakaran hutan menjadi kurang transparan. Lebih banyak membawa kepentingan pengusaha besar ketimbang kepentingan generasi yang akan datang.

Usulan Prabowo untuk memisahkan kembali Kementerian Lingkungan Hidup dari Kehutanan merupakan langkah yang sangat strategis. Sehingga monitoring dan enforcement lingkungan hidup semakin berwibawa dan efektif.

Sikap Jokowi yang menganggap penggabungan ini sebagai hal yang wajar sangat pantas disesalkan. Karena di negara-negara lain Kementerian Lingkungan Hidup berdiri sendiri, sehingga mereka bisa efektif jika terjadi pelanggaran.

Keinginan Prabowo agar semua tanah dikuasai negara, tidak perlu dibagi kepada rakyat, adalah pandangan yang terlalu progresif. Sementara program Jokowi pembagian sertifikat untuk rakyat yang sudah punya tanah adalah untuk melegalkan status tanah.

Sementara program kehutanan sosial hanya memberikan hak pakai kepada rakyat. Rakyat tidak memiliki hak tanah tersebut. Jadi selama Jokowi berkuasa tidak ada reforma agraria. Padahal reforma agraria adalah redistribusi tanah.

DR Rizal Ramli, 17 Februari 2019


Pada pandangan Dr. Rizal Ramli di atas sepertinya beliau agak sedikit memihak kepada sebuah kubu. Namun semua itu dia telah luruskan kembali ketika beliau diundang di acara Indonesia Lawyer Club (ILC ) pada 19 Februari 2018.

Tema yang diangkat pada malam itu adalah " Benarkah Jokowi di atas angin ? ".

Dalam acara ILC kali ini, mau pihak Pak Jokowi maupun Pak  Probowo, Dr Rizal Ramli memberikan komentar dari sisi plus dan minus masing-masing kubu.

Dia sini beliau kembali mengaku netral dan memberi pencerahan kepada masyarakat soal debat Ke-2 calon presiden 2019 . Sempat mencengangkan,  dalam ILC Dr. Rizal Ramli mengatakan debat ke-2 ini seperti kuis mahasiswa.

Ingin tau lanjutannya ,yuk simak video Dr. Rizal Ramli di ILC.

23 Responses to "Pandangan Dr .Rizal Ramli Pasca Debat Capres 2"

  1. Walaupun Pak Rizal Ramli mengatakan dirinya netral, tapi kelihatan kalau Beliau berpihak. Tapi data yang disampaikan sepertinya benar. Sebagai orang awam, saya tercerahkan.
    Eh ada yang coddo (Fadli Zon; "siap jadi oposisi") dan dijawab SIAP, hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga yah, jarang kita temukan yang benar2 netral..klw pada netral akan diam ditempat..Motor ajha ngak akan jalan klw pada netral..

      Delete
  2. Postingan politik atau yang berhubungan dgn itu mmg lagi marak sekarang ya. Susah juga menemukan opini yg benar2 netral meski dia mengaku netral. Tp ya sebagai rakyat mari kita nikmati saja "pesta" yg akan segera berakhir di April ini... eeaaaa...

    ReplyDelete
  3. Sebenarnya yang saya nantikan adalah bagaimana adek-adek milenial memberikan pandangan terhadap kondisi politik terkini. Sebagai pemilih dengan jumlah yang besar, pandangan milenial juga perlu didengar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaupun sebagian besar milenial pada rada cuek politik..tapi masih ads segelintir yang peduli..Next saya akan share pandangan sang milenial

      Delete
  4. justru ketika seseorang menegaskan kenetralannya, di situ saatnya kita bercuriga. apalagi sosok itu Rizal Ramli :D

    ReplyDelete
  5. Bahasannya cukup berat, POLITIK.
    Tapi itulah yang sekarang lagi naik daun. Segala hal yang dibicarakan, ditulis atau dilakukan biasanya mengarah ke sana, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, Lagi musimnya..Jadi pada bahas ini dlu.turut berpartisipasi

      Delete
  6. Debat kemarin cukup menarik apalagi saat singung2an ttg tanah dan pembangunan inprastruktur.
    Ada juga pemaparan data, namun serunya warganet langsung mengecek rekam data melalui internet, seperti data kebakaran lahan gambut, akibatx pemaparan dgn berbasis data ternyata bisa juga melemahkan argumen,
    Sedangkan untuk kubu di seberangnya, saya cukup suprise dgn reaksix ketika debat.
    Siapapun Presidennya di thn 2019, semoga Indonesia bisa semakin jaya, mandiri, dan sejahtera. Kemiskinan dan pengangguran berkurang, serta teknologinya bisa maju dan merata di seluruh wilayah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa melemah argumen kalau datanya kurang akurat dan begitu pula sebaliknya.

      Delete
  7. Hm, saya Makin yakin dengan pilihan saya setelah nonton debat 2, membaca sekian banyak artikel, diskusi dengan pak suami dan beberapa orang, dan membaca tulisan ini.

    Terima kasih Kak Atim.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

  9. Dari tulisan di atas kelihatan sekali kalo pak RR berpihaknya ke mana. Semua orang bisa bilang netral tapi bahasa tubuhnya tidak bisa menyembunyikannya. Mari kita nikmati pesta demokrasi ini dengan mental baja agar tidak ikutan sinting. Hahaha

    ReplyDelete
  10. Apa di' yang bisa saya bilang. Hmm.. Kalau soal capres, siapa pun yang terpilih nanti dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya dan senantiasa menjadikan Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau sebagai panutan hidup dan panutan dalam memimpin. Iniji kayaknya bisa saya bilang kak 😂

    ReplyDelete
  11. Itulah plus plusnya jadi blogger ya daeng. Tulisan di tolak media, ya gak masalah masih ada blog yang menampungnya.

    Btw saya nggak nonton debat pilpres kemarin jadi bingung mau nanggapi apa. Apalagi bahasan di atas juga berat banget eh, jadi saya cukupkan saja komentar saya di sini. Thanks for sharingnya daeng, hehe

    ReplyDelete
  12. Duh Mari membahas politik xD Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti setiap debat capres ini. Pilihanku sudah pasti, apapun hasil debat atau seseru apapun debatnya

    ReplyDelete