Sadis..!!! Perusahaan Asal Malaysia Ini, Tidak Membayar Gaji Ribuan Karyawan Selama 3 Bulan

Salah satu pekerjaan karyawan PT. TH Felda Nusantara ketika masih aktif bekerja

Pada Malam itu (26/2/19), seorang pemuda yang saya kenal sejak kecil curhat ke saya setelah nasib sial menimpa dirinya dan  ribuan karyawan  karyawan perusahaan PT. TH Felda Nusantara lantaran sudah 3 bulan gaji mereka belum dibayarkan. Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian sawit  ini adalah milik warga negara Malaysia yang berlokasi di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara.

Salah satu perusahaan cabang, PT. Usaha Kaltim Mandiri di bawah naungan TH Felda Nusantara milik WN Malaysia

Mereka diterlantarkan oleh perusahaan bersangkutan  sejak bulan Desember 2018 sehingga sekarang. Mereka di sana  merasa amat tertipu dan dirugikan oleh perusahaan ini.

" Kami mau bergerak pun juga tidak bisa lantaran uang sepersen pun sudah tidak ada.  Jadi saya meminta kepada pemilik perusaahan terkait untuk berikan kejelasan pasti dan berikan hak kami sebagai karyawan" Jelasnya kepada saya.

Salah satu aksi dari karyawan dengan menutup kantor perusahaan.

Mereka pasti tidak tinggal di diam..! Beberapa upaya telah dilakukan seperti laporan ke pemerintah setempat, dinas terkait dan melakukan aksi protes ke kantor perusaahaan. Namun sayangnya sampai detik ini tidak ada tindakan tegas yang di ambil oleh pihak berwenang.
Salah satu protes yang disampaikan karyawan 

Pada malam itu juga  melalui sambungan telfon, saya sempat bicara dengan asisten manager perusahaan. Saya juga  cukup mengenalnya kerna dulu kami pernah kerja di perusahaan yang sama.

Jangankan karyawan biasa, kami saja sebegai pimpinan lokal yakni Manager dan jajaran staffnya tidak dibayarkan gaji. Katanya dengan nada yang cukup menyesal.

" Tidak ada titik terang yang kami temukan. General Manager kami juga sudah lenyap di sini. Pemilik perusahaan tidak memberikan informasi kepada kami alias putus hubungan komunikasi." jelasnya lagi.

Salah seorang anak pekerja di TH Nusantara Tana Tidung Saat menggelar aksi

Sungguh Sadis..!!! Ribuan warga Indonesia ditipu oleh perusahaan asing asal negara tetangga di tanah air sendiri. Bayangkan sudah jalan 3 bulan dan ini  bukan  satu dua orang,  bahkan melibat ribuan karyawan.

Jadi dimana peran pemerintah setempat setelah adanya laporan dari pekerja ? Pada pura-pura beg* kali yah ??? Kok, tidak pembelaan kepada rakyat kecil yang ditindas perusahaan asing.

Beberapa pekan lalu pada sibuk omongin sawit dan tanah. Seharusnya isu-isu seperti inilah yang harus diperhatikan.

Dari informasi yang saya himpun,  perusahaan ini cukup besar yakni beroperasi di 30,000 hektar tanah, 1 pabrik, 1 PT. Induk dan 3 PT. Cabang. Dipastikan  jumlah karyawan lebih 1000 orang  dari total 9 estate dan 10 kantor perusahaan.  Berapa banyak kira- kira keluarga yang terlantarkan.. ?

Curahan hati salah satu anak pekerja TH Felda saat aksi di kantor perusahaan
Pada pekan lalu juga, disaksikan oleh jutaan rakyat Indonesia dia menyampaikan tidak akan takut pada siapa pun demi membela dan untuk  kepentingan rakyat Indonesia. Dalam kata pamungkasnya sebagai penutup, kata tidak akan  takut pada siapa pun diulang sebanyak dua kali sebagai tanda penegasan.

Nah, sebagai orang nomor 1 di Republik ini, alangkah baiknya kata-kata tersebut Bapak buktikan. Rakyat pada menunggu pembelaan dari negaranya sendiri.

Heran saja, sudah berjalan 3 bulan loh.. kenapa kasus sebesar ini sepertinya ditutupi. Ada apa sebenarnya.. ??

Malam itu juga , berita kejadian ini telah saya kirimkan ke team redaksi. Paginya Pak Rusman sebagai pimpinan kaget membacanya.

Benarkah berita ini, katanya ?? Coba kasi saya nomor handphone narasumber. Kita harus check baik-baik dulu, kerna bahaya kalau ada miss informasi.

Saya pun memberikan nomornya. " Coba bapak konfirmasi kalau tidak percaya". Lanjut saya. Saya juga mengirimkan beberapa foto-foto terkait kejadian tersebut.

Setelah mengkonfirmasi kembali, akhirnya berita ini kami terbitkan..Beritanya bisa dilihat di sini

Semoga saja ada pembelaan dan tindakan tegas yang bisa diambil demi memperjuangkan hak  ribuan rakyat Indonesia ini.


28 Responses to "Sadis..!!! Perusahaan Asal Malaysia Ini, Tidak Membayar Gaji Ribuan Karyawan Selama 3 Bulan"

  1. Mirisnya, nasib merantau dan mencari rejeki di negeri orang dengan harapan agar bisa dapat kehidupan yang layak malah di perlakukan seperti ini. Ditunggu kelanjutannya dari cerita ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bkn di negeri orang tapi ribuan karyawan ini diterlantarkan di negara sendiri,tepatnya di Kalimantan Utara..Cuma pemilik perusahaan yang berasal dari negara tetangga..

      Delete
  2. Peran pemerintah setempat? Ya harus ditelisik lebih jauh lagi sih apakah memang izin perusahaan tersebut dari awal? Rasanya ini bisa menjadi awal investigasi yang luas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..iyaa,,klw beroperasi sdh tahunan kyknya..sejak beberapa tahun yg lalu, teman saya yg asmen itu kerja di sana..

      Delete
  3. Miris bacanya, semoga permasalahan ini bisa segera di selesaikan secepatnya. Keringat sudah kering, upah belum dibayarkan kan namanya dzholim yaa. Semoga ada ada bantuan dari Pemerintah untuk ikut serta mencari jalan keluarnya, nasib ribuan keluarga lho ini.

    ReplyDelete
  4. Aduhh ini mah penindasan yaa namanya, merugikan sekali untuk masyarakat. Kasian keluarga anak istri pegawai pabrik ini jadi terlantar karena sandäng pangan papannya tidak diperoleh, karena kepala keluarga kerja tanpa di gaji. hikss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman menindass skli..parahnya pemilik melarikan diri..cukup sadis..

      Delete
  5. Kasihannya itu karyawan kodong, semoga saja pemerintah yang sekarang ini berkuasa bisa terbuka mata dan hatinya. Ini rakyatmu Pak, di negara yang kau pimpin pula...tidak maalu apa sama orang luar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul..Orang di No 1 di republik ini harusnya peduli..

      Delete
  6. Ddeh 30 ribu hektar daerah operasinya? Luasnyaaa. Ada apa ya sama pemiliknya? Bisa merusak hubungan baim dengan negara tetangga ini kasusnya, kasian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 30,000 hektar, 1 pakrik, 1 PT Induk, 3 PT cabang dan 10 kantor..karyawan yg dirugikan sekitar Seribuan lebih..

      Delete
  7. Waduh kok semakin banyak yah hal2 aneh terkait permasalahan sosial di negara yang berflower ini. Yang kek gini nih biasa yang membuat perselisihan antar negara jadi semakin tinggi. Ckck

    ReplyDelete
  8. Benar-benar sadis banget ya kak. Sampai segitunya pihak perusaaan tidak menggaji karyawannya selama 3 bulan. Yang kayak gini patut dituntut. Pemerintah juga seharusnya bisa segera turun tangan krn ini menyangkut nasibnya WNI yang bekerja di negeri tetangga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kerja di negara tetangga, tapi kerja di negara sendiri alias di Kalimantan Utara kejadiannya ..Di terlantarkan di negara sendiri.Cuma saja pemilik perusahaan ini berasal dari negara tetangga..

      Delete
  9. semoga segera investigasi dan tindakan tegas dari pemerintah setempat hingga pemerintah pusat jika perusahaan itu mengabaikan hak pekerjanya.

    ReplyDelete
  10. Sawit oh Sawit. Di Papua, lahan sawit juga mengambil banyak areal konsesi. Pekerja digaji rendah, tanah adat hilang sudah, dan ketimpangan yang lain. Ada Jejaring Serikat Pekerja dan Buruh Sawit untuk saat ini yang memberi pelatihan advokasi, pendidikan, dan kampanye isu yang sama. Semoga tidak berlarut, kasihan Tanah (dan Air) Indonesia!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasian tanah Indonesia dsn kasian lagi 1000an warga Indonesia yang di telantarkan di negaranya sendiri oleh perusahaan asing..

      Delete
  11. Waow, ngeri memang. Apalah arti tanam sawit kalau hanya lima hektar. sepuluh hektar pun masih terhitung jalan-jalan. Bakar saja biar asapnya kembali ke sana, nanti baru dihutankan.hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. 30,000 ribu hektar, plus 1 pabrik Kepalapa Sawit. Sadis..

      Delete
  12. Wahhh sawit yaa, kok bisa gitu ya sampe 3 bulan

    ReplyDelete
  13. Sadis ya kak. Kasian sekali karyawan dibiarkan bekerja 3 bulan ngga digaji. Semoga isunya segera ditangani dan mendapatkan berita baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iye dek,,kesian mereka..diterlantarkan dinegara sendiri oleh perusahaan asing..

      Delete
  14. Mirisnya, padahal luas lahan garapannya puluhan ribu hektar tapi tidak memperhatikan pekerjanya. apalagi mereka yang bekerja itu menghidupi keluarga dan sebagian mungkin justru perantau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luas bangett..maunya hal-hal spt ini diperhatikan pemerintah..bknnya tanahnya pak WoWo..hehe

      Delete