5 cara memanfaatkan gadget untuk tujuan pendidikan


Pertumbuhan gadget di jaman sekarang mengalami peningkatan yang amat dratis. Seperti dilansir dari situs https//:kominfo.co.id.  Lembaga riset digital markerting Emarketer  memperkirakan  jumlah gadget aktif termasuk smartphone maupun tablet di Indoneisa sekitar 100 juta di tahun 2018. Dengan jumlah sebesar itu Indonesia menjadi pengguna smartphone aktif ke-4 di dunia setelah China, India dan Amerika. Tidak heran pada jaman sekarang kita bisa melihat gadget sudah dimiliki oleh anak-anak yang belum bersekolah hingga ke orang yang berusia senja.

Kehadiran gadget tentunya akan memberi dampak positif dan negatif kepada kehidupan manusia. Dalam hal ini kita harus bijak dalam menggunakan gadget untuk membantu aktivitas sehari-hari sehingga kita bisa meminimalisir dampak negatif yang dihadirkan oleh gadget. Banyak orang yang menggunakan gadget hanya untuk lifestyle, gengsi, cuma buat eksis tak menentu atau cuma ikut-ikutan dengan teman. Maka, sangatlah memprihatinkan jika perangkat komunikasi yang dibeli dengan harga cukup mahal hanya digunakan untuk hal-hal yang komsumtif dan bergosip sahaja.

Kondisi ini juga terjadi di dunia pendidikan. Jika kita telusuri bersama, banyak isu-isu negatif lebih cepat viral daripada hal-hal yang berbentuk prestasi di sekolah maupun di perguruan tinggi. Hari ini, melalui gadget dalam hitungan waktu yang singkat, kita bisa berbagi informasi dengan cepat dan mudah. Daripada menyebar isu negatif yang mengujar kebencian maupun hoax yang sangat tidak berfaedah, di edisi kali ini kami akan coba berbagi beberapa cara bagaimana memanfaatkan gadget untuk tujuan pendidikan.

1.Gunakan aplikasi belajar yang tersedia di google playstore dan Apps Store

Gadget tidak akan terlepas dengan yang namanya aplikasi mobile. Selain kamera, keberadaan aplikasi mobile inilah yang membuat gadget digunakan bukan hanya sekedar perangkat komunikasi. Perbagai aplikasi yang biasanya di download oleh para siswa mulai dari aplikasi social media, games dan berbagai macam aplikasi lainya. Mulai sekarang, kita bisa menyarankan anak-anak kita untuk mendownload aplikasi pembelajaran. Di google playstore maupun apps store banyak tersedia aplikasi yang bisa digunakan untuk tujuan edukasi . Jika di pencarian playstore kita sisa ketik “ edu apps”, maka akan muncul deretan aplikasi yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran. Salah satu contoh, saya telah menggunakan aplikasi “English grammar ” untuk belajar Bahasa Inggris dengan mudah dan menarik. Pada aplikasi ini tersedia penjelasan grammar, test, practice, kosa kata, berbagai macam kuiz dan video menarik untuk belajar bahasa Inggris. Download aplikasinya di sini

Di suatu sisi , kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mendowload sebuah aplikasi. Namun di sisi lain, kita bisa menyarankan seseorang dengan menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dari sebuah aplikasi pembelajaran tersebut.

2. Gunakan gadget dalam proses belajar dan mengajar

Menggunakan gadget dalam mengajar bukanlah suatu keharusan kepada tenaga pengajar. Sesekali jika berminat, Bapak/Ibu bisa menggunakan cara ini. Saya cuma berbagi sesuai pengalaman saya sewaktu menerima materi pembelajaran di sebuah perusahaan tempat saya bekerja dulu. Trainer atau tugasnya tidak jauh beda dengan seorang guru ini adalah orang yang mengajarkan product knowledge kepada tenaga penjual dan atasannya. Aundience yang menerima materi ini mulai dari umur 18 tahun ke atas alias sudah tamat SMA. Kadang dalam menyampaikan materi, trainer cuma menggunakan gadget dan projector. Setelah saya telusuri, sebuah alat wireless bernama miracast digunakan untuk menghubungkan gadget dengan projector. Opsi lainya, semakin canggih teknologi pada projector, kadang juga tidak menggunakan miracast tetapi gadget kini bisa langsung dikoneksikan dengan projector yang sudah mendukung fitur wifi display.

Sebelumnya harus pahami,  pembelajaran menggunakan gadget bukan berarti peserta didik juga harus aktif di gadget. Cukup orang yang ingin membawakan materi saja yang menggunakannya supaya proses pembelajaran berjalan lancar. Bisa saja peserta didik di sibukkan dengan chatting, panggilan dan notifikasi lainnya yang menggangu proses pembelajaran.

Dari pengalaman yang saya rasakan , proses belajar menggunakan gadget dan projector cukup menyenangkan dan mengagumkan dengan fitur canggih yang ada pada gadget seperti menampilkan power point, pdf, video ,audio, animasi dan juga para trainer membuat kuiz langsung menggunakan aplikasi mobile yang banyak tersedia di playstore seperti yang saya sebutkan di point pertama tadi. Sebelum memulai ,kita harus menyiapkan materi sematang mungkin, non-aktifkan panggilan, data internet dan menghapus foto-foto peribadi yang ada di home gadget supaya terhindar dari dugaan ingin menayangkan foto peribadi.

3. Gunakan gadget untuk berbagi informasi seputar pembelajaran di social media.

Kita akan mudah menemukan guru dan siswa yang menggunakan social media bukan pada tempatnya. Guru sering melibatkan diri pada riuhnya media dengan memposting tulisan yang kurang santun, gosip, atau mengunggah foto diri secara berlebihan. Oleh kerna guru bertindak demikian, tidak heranlah jika para siswa pun menirunya.

Penggunaan social media pada gadget harus difungsikan ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Contohnya seorang guru Bahasa Inggris membagikan cara menjadi public speaker yang baik, guru matematika berbagi rumus trigonometri dan berbagi prestasi siswa yang membagakan untuk memotivasi siswa lainnya. Para tenaga pengajar juga bisa berbagi situs-situs tercaya yang memuat materi pembelajaran mereka. Ini akan membantu para siswa dalam perbelajaran di luar sekolah. Seperti  kita ketahui jaman sekarang siswa juga banyak menghabiskan waktunya di gadet, maka ambilah peluang peluang ini untuk menebar ilmu-ilmu pembelajaran. Jika tenaga pendidikan sudah memberikan contoh yang baik maka hal baik itu jugalah yang diikuti para siswa.

Daripada social media digunakan sebagai portal berita dadakan seperti berbagi berita-berita panas di sekolah sehingga yang di bagikan tersebut bisa mencoreng nama institusi pendidikan bersangkutan. Lebih parah lagi, kalau status galau para pendidik yang di bagikan  di social media yang bisa dilihat para siswa, dampakanya ke diri Bapak/Ibu bisa dipikirikan sendiri.

4. Gunakan gadget untuk eksistensi diri yang memotivasi orang lain.

Setiap guru maupun siswa pasti mempunyai kelebihan atau keunggulan masing-masing. Di sini bukalah ajang pamer atau berlebihan, namun nilai positif diri bisa ditonjolkan untuk memberi contoh orang lain. Jangan malu berbagi prestasi teman , guru-guru atau diri kita sendiri. Bisa jadi apa yang kita bagikan bisa membuat orang lain termotivasi. Jaman sekarang untuk menginformasi sesuatu informasi, kita tidak perlu lagi pergi dari suatu tempat ke suatu tempat, dari satu ke pintu ke satu pintu yang lain, tapi gunakanlah gadget anda untuk berbagi.

Berbagi hal-hal yang berprestasi adalah sebuah kebanggan bagi orang di sekeliling kita. “ Itu yang membuat rekor muri adalah siswa saya, itu adalah guru saya, dll “ Kata-kata seperti ini akan muncul di kolom-kolom komentar pada informasi yang kita bagikan.

5. Gunakan gadget untuk berkarya.

Kemajuan teknologi banyak membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari termasuk kecanggihan yang ada pada gadget. Gadget bisa di katakan mempunyai fungsi yang hampir mirip dengan komputer. Dengan adanya kecanggihan pada gadget seperti kita bisa browsing untuk mencari informasi, menggunakan mirosoft office, menggambar, mengedit, mengambil foto dan video serta mempublikasikan sesuatu dengan mudahnya.

Jika kita cermati dengan baik, kecanggihan teknologi yang ada pada gadget ini bisa kita gunakan untuk berkarya. Contohnya di luar sana, banyak pelajar yang berkarya cuma menggunakan gadget seperti membuat video, membuat tutorial,  dan memposting informasi pembelajaran yang sudah dirangkum sendiri. Selain berbagi , berkarya juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dalam proses pembuatan karya tersebut , anda diharuskan untuk belajar lebih sebelum berbagi kepada orang lain. Tentunya pembelajaran yang lebih mudah dan praktis adalah mennggunakan gadget yang anda miliki.

Demikian 5 cara memanfaatkan gadget untuk tujuan pendidikan yang sempat saya bagikan. Dalam hidup ini kita harus lebih memandang ke arah yang positif dalam menanggapi perubahan yang terjadi terutama dampak dari teknologi. Perubahan pada teknologi adalah sesuatu yang sulit untuk dihindari. Jangan anti kepada teknologi, tapi mari bersama-sama kita mencoba untuk memanfaatkan teknologi kearah kebaikan dalam segala aspek kehidupan.

0 Response to "5 cara memanfaatkan gadget untuk tujuan pendidikan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel