Ini Dampak Jika Alipay dan we chat Masuk ke Indonesia


Bank Indonesia (BI) mendorong layanan pembayaran digital Alipay dan WeChat Pay untuk menjalin kerja sama dengan bank lokal untuk menjalankan operasionalnya di Indonesia.

WeChat Pay dan Alipay merupakan dua layanan pembayaran digital yang banyak digunakan oleh masyarakat Tiongkok. Kehadiran mereka di Indonesia bisa menghadirkan potensi besar, mengingat begitu banyak turis asal Tiongkok yang terbiasa melakukan pembayaran menggunakan platform tersebut.

WeChat adalah jaringan sosial pertama di dunia yang menyediakan ekosistem media mandiri sehingga industri media Tiongkok menjadi semakin kuat dan lebih objektif. Dalam waktu singkat, WeChat sudah menggeser posisi media konvensional di Tiongkok.

Sedangkan Alipay adalah sebuah platform pembayaran kode QR, pembayaran tanpa uang tunai (cashless) yang diciptakan oleh Alibaba  perusahaan e-commerce raksasa asal Tiongkok.

Pertumbuhan jumlah kedatangan turis Tiongkok ke Indonesia semakin meningkat disetiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Tiongkok ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan sejak 2005.

Tiongkok kembali menjadi negara asal wisman terbanyak disepanjang tahun 2017. Kemampuan Tiongkok melesat ke posisi lima teratas sebagai negara asal wisman terbanyak di Indonesia, tak lepas dari kebijakan bebas visa yang telah diberikan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan, Tiongkok masuk sebagai salah satu dari 45 negara yang mendapatkan keistimewaan ini. Mereka mendapat izin tinggal kunjungan dalam waktu paling lama tiga puluh hari dan masa berlaku tidak dapat diperpanjang.

Apa Dampak Jika Alipay dan we chat masuk ke Indonesia?

Jalinan kerja sama WeChat Pay dan Alipay dengan perbankan lokal ini diharapkan bisa membawa keuntungan bagi pihak perbankan dengan banyaknya turis Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Pembayaran WeChat Pay dan Alipay saat ini memanfaatkan teknologi QR Code, sehingga pengguna hanya perlu memindai kode yang ada di merchant dalam melakukan pembayaran.

BI berkomitmen untuk memfasilitasi sistem pembayaran digital agar segera bergabung dengan perusahaan bank nasional. Dengan banyaknya turis asal China yang datang ke Indonesia, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk mengembangkan sistem pembayaran online. Mengingat turis dari China sudah terbiasa dengan membayar menggunakan QR code, maka jika WeChat Pay dan Alipay sudah bergandengan tangan dengan perusahaan bank lokal, keuntungan perbankan domestik pastinya akan semakin meningkat di tengah banyaknya turis China.

Sementara saat ini bank sentral masih melakukan standardisasi untuk pembayaran QR Code. Rencananya BI juga akan meluncurkan aturan transaksi pembayaran dengan QR Code ini dengan tujuan untuk mendukung perekonomian nasional.

0 Response to "Ini Dampak Jika Alipay dan we chat Masuk ke Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel