10 years Challenge apa hadiahnya?

Kalau yang namanya challenge kan biasanya berhadiah yah.. Kalau 10 years Challenge ini apa hadiahnya? 
Setiap kali membuka sosial media, mau itu facebook, twitter, dan instagram pasti ketemu dengan  hastag #10yearschallenge. Sejak akhir- akhir ini, warganet pada ramai-ramai berbagi nostalgia yaitu dengan menyandingkan  foto 10 tahun lalu dan foto sekarang. Jadi foto tahun 2009 dengan foto 2019 dalam satu frame.

Tren ini juga diikuti oleh beberapa orang selebriti dan public figure. Contohnya, Cawapres no. urut 2, Sandiaga Salahudin Uno di akun twitternya dengan caption " ikutan istri #10yearchallenge ". Pada cuitan yang dibuat pada 16 Januari 2019 menunjukkan foto Sandi bersama istri pada tahun 2009 dan 2019.

Sumber : https://twitter.com/sandiuno/status/1085545127592902656
Sepertinya berbagi foto jadul 10 tahun lalu dan masa kini dalam 1 bingkai kepada teman-teman di sosial media cukup menyenangkan warganet. Selain menuai komentar lucu,  tantangan 10 tahun  ini membuka kembali memori masa lalu.  Ada yang menunjukan 10 tahun lalu pernah kurusan,  pernah langsing,  pernah imut, pernah kelihatan cupu lalu sekarang sudah keren  dan berbagai kondisi lainnya.

Di luar dari tujuan ajang seru-seruan atau cuma ingin ikutan berpartisipasi di 10 years challenge, tren ini juga mendapat tanggapan berbeda dari beberapa para ahli teknologi.  Kate O'Neill seorang pengamat teknologi dari Chicago mempunyai prespektif yang berbeda.

Seperti dilansir di wired.com ( 15/01/18) Kate O'Niell berpendapat bahwa 10 years Challenge bisa dimanfaatkan oleh face recognition  technology atau dikenal teknologi pengenalan wajah untuk berkerja lebih baik dalam mengidentifikasi perkembangan usia.

" Perbandingan foto 10 tahun lalu dan sekarang membantu teknologi tersebut untuk lebih memahami konteks algoritma pengenalan wajah dengan lebih jelas. Dari meme yang sedang tren ini,  akan ada seperangkat data yang sangat besar." Ungkap O'Neill founder dan CEO dari KO Insight.

Untuk mengakses postingan dari  tren yang cukup viral ini  amat mudah, cukup dengan mengetik sebuah tagar pada kolom pencarian. Selanjutnya, dengan mengetahui meta data atau data profil pengguna di sosial media, maka teknologi pengenal wajah akan mudah mendapatkan informasi lainnya  seperti lokasi dan perilaku pembeliannya. Bisa saja data ini digunakan untuk kepentingan iklan tertarget nantinya.


Senada disampaikan oleh para ahli teknologi lainya,  Paul Breslin mengutarakan bahwa ini merupakan permaianan menyenangkan yang bisa menjebak penggunakan dalam pencurian data identitas tanpa disadari.

" Sembilan dari sepuluh itu scam. Seluruh dorongan dan alasan untuk Anda mengikuti tantangan atau  permainan teka-teki adalah upaya sebuah perusahaan untuk mengakses informasi dan data anda,  sehingga mereka dapat memahami dan mengetahui jaringan Anda lalu menargetkan iklan" Turur Berlin kepada presenter Newstalk ZB, Andrew Dickens dikutip dari NzHerald 16/01/18.

Scam merupakan modus penipuan dengan penyamaran sebagai pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari korban.  Jadi big data yang timbul dari 10 years Challenge bisa saja digunakan oleh pelaku  industri teknologi informasi dalam menguji perangkat lunak mereka.

Meskipun 10 years Challenge ini sepertinya tidak memberi dampak yang berbahaya kepada pengguna, namun para perusahaan teknologi mempunyai sudut pandang yang berbeda dari konten ini.

Dalam dunia bisnis, data juga menjadi salah satu aset penting dalam menentukan strategi kedepan serta membantu dalam pemasaran yang lebih signifikan. Tidak heranlah jika data diperjual belikan dengan harga yang cukup fantastis.

Kebocoran data informasi pengguna di sosial media atau platform lainnya adalah sebuah hal yang serius.  Berbeda halnya dengan tantangan 10 tahun ini,  dimana pengguna membagikan data tanpa ada paksaan dari manapun.

Dengan demikian, kita harus menyadari dengan siapa kita harus berbagi data. Lalu data ini nantinya ingin digunakan untuk tujuan apa nantinya.

Back to the topic, jadi 10 years challenge ini hadiahnya apa ?  Bagi saya peribadi,  hadiahnya adalah sebuah pelajaran dimana kita harus menyadari betapa pentingnya menjaga data peribadi. Tanpa kita sadari ,mungkin saja kita sudah terjebak dengan permaianan segelintir pihak yang punya kepentingan tertentu. Maka dibungkuslah modus ini dalam sebuah tantangan yang mengasyikkan.


Saya sedikit tertarik dari pernyataan terakhir Kote O'Neill di wired.com
We Should demand that businesses treat our data with due respect, by all mean. But we also treat our data with respect. 
Berdasarkan beberapa hal di atas, sampai detik ini saya tidak berpartisipasi dalam 10 years challenge di sosial media. Sebelum saya mengikuti sebuah tren, biasanya saya mencari tau dulu plus dan minusnya.  Namun harus diingat,   kita tidak boleh menjudge teman-teman yang sudah ikutan yah.. Masing-masing punya sudut pandang yang berbeda.

By the way, jika anda punya hadiah lain atau pendapat tentang 10 years challenge, di tunggu komentarnya teman-teman .. :)

22 Responses to "10 years Challenge apa hadiahnya? "

  1. Wkwk, tq for sharing daeng.. Nasib baik saja juga ngak ikut2an. Kyknya ini mi di bilang pembodohan kepada publik secara halus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Upss. .Masing2 punya sudut pandang yang berbeda..bro..

      Delete
  2. Saya juga ikutan dalam #10yearschallenge ini. Saya sih positif thinking aja. Menganggap bahwa ini hanyalah sekedar lucu lucuan, buat org senyum itu pahala atau paling tidak, kita bisa flashback kemasa lalu, melihat bahwa apa yg kita capai sekarang ini itu tidak mudah.

    ReplyDelete
  3. HOreeeee... hadiahnya piring cantikkk dan kipas angin.... wkwkwk mungkin hanya pengen kasi liat perubahannya kak, mau menginspirasi orang lain tetang revolusinya. yaaa stay positif thingking aja :D

    ReplyDelete
  4. Tulisan pencitraan senk ini bro.. Tdk mau nu ji ni liat fotomu 2009..masih jadul, klw tdk salah masih sma kelas 3 .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk,,siapa yah, ?? jgn comment pake anonym donk..ntar di lacak bisa ketahuan nih. 😂😂

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah menganggap 10yearschallenge nda ada bedanya sama challenge2 yg lain di bbrapa aplikasi seperti hypstar, tiktok dll. Bisa sepopuler ini mungkin karna mudah dilakukan siapa pun jadi banyak yg ikutan 😂 jadi bukanji sesuatu yg baru dandan sehe itu hohoho.

      Yah, mungkin karena momentumnya ji, makanya jadi cocok dicocologi-in. (Menurutku sih) XD

      Btw salam kenal kak daengtechno :)

      Delete
  6. saya sendiri ikutan celeng-celengan ini tapi tidak menggunakan foto sendiri. lebih ke lucu-lucuan. Tapi memang, kita harus selalu menimbang jika mau melakukan sesuatu di medsos, terlebih jika itu berkaitan dengan data pribadi.

    ReplyDelete
  7. Beredar issu bahwa challenge ini adalah untuk penguatan data pihak inteligen, apa memang seperti itu ya Kak? Kira-kira, kalau tantangannya adalah foto bareng mantan ada yang ikut gak ya?

    ReplyDelete
  8. Saya ndak ikut challenge ini. Bukan karena apa tapi sudah terlalu banyak orang yang bikin. Baca ulasan diatas jadi ingat kasus facebook beberapa waktu lalu.

    ReplyDelete
  9. Nah setuju! Kita harus hati2 menyebarkan data di media sosial, jangan sampai kita malah membuka ruang untuk orang lain menginvasi data pribadi kita.

    Saya ikut challenger ini, tapi bukan 10 years challenge melainkan 100 years challenge alias lucu-lucuan.

    ReplyDelete
  10. Yaelah.. Ternyata serumit itu ya pemikiran orang-orang menganggapi challenge ini ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, menanggapinya dari sudut pandang yang berbeda..

      Delete
  11. Ada temanku, orang IT, sama pendapatnya seperti di atas.

    Saya juga tidak ikut challenge ini, Daeng karena memang Saya ndak nyaman ekspos foto pribadi di medsos. Salah satu alasannya untuk menghindari data saya terlalu blak-blakan bisa dibaca oleh siapapun.

    Dengan media sosial, bisa saja ruang pribadi Kita jadi sempit, saya menghindari itu.

    ReplyDelete
  12. Saya ndak ikutan challenge ini karena sampai sekarang belum sempat bongkar file foto lama. Dan setelah baca penjelasan di atas, rasanya memang ndak perluji dilakukan challengenya.

    Masih ada hal-hal bermanfaat lainnya yang bisa dilakukan. Misalnya blogwalking hahahah

    ReplyDelete
  13. Tos kak, sy pun tdk mengikuti challenge ini, dulu sering baca buku2 konsoirasi jadi yH mngkin otaknya masih teracuni buku2 itu hahaha namun ad satu hal yg menarik, bahwa media saat ini, digunakan untuk mengambil informasi pribadi. Say pribadi saat melihat 10 years challenge, bertaxa2 dlu, untuk apa itu, hanya untuk kesenangan sematakah nda ada sesuatu di balik ini, apalagi ini bisa mengungkap kehidupan pribadi seseorang, so lbh warning diri sendiri.

    ReplyDelete
  14. Selamat datang di jaman latah, apa yang banyak dilakukan orang lain, itu juga yang dilakukan. Faedahnya? Ah soal belakang, yang penting ikut tren dulu

    ReplyDelete
  15. Saya sih positif thinking aja. Menganggap bahwa ini hanyalah sekedar lucu lucuan, buat org senyum itu pahala atau paling tidak, kita bisa flashback kemasa lalu, melihat bahwa apa yg kita capai sekarang ini itu tidak mudah.

    ReplyDelete
  16. Ancurr,,10 years challenge sebuah pembodohan besar kepada publik..

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel