Nyasar Pembaca Milenial, IDN Times News Menggunakan Gaya Penulisan Listicle

Kegiatan Write and Publish IDN times Community di Gedung Miring Telkomsel Jalan Pettarani ,Sabtu pagi (23/02) 

Pada hari sabtu 23 Februari 2019 saya menyempatkan diri menghadiri kegiatan  Write and Publish yang diselenggarakan oleh IDN Times Community bertempat di Gedung Miring Telkomsel Jalan A.P Pettarani Kota Makassar.

Dengan tagline  " Ngobrol Seru Seputar Fitur Menulis di IDNTimes", kegiatan ini menghadirkan 2 orang narasumber yaitu Muh. Nur Abdurrahaman selaku reporter IDN Times dan Achmad Hidayat Alsair, sebagai top writer di IDN Times Community Makassar.

Selain acaranya  gratis, dapat sertifikat, snack dan makan siang, saya sebenarnya tertarik untuk mengetahui bagaimana sih gaya penulisan yang diterapkan IDN Times sebagai salah satu media online yang cukup sukses di tanah air.

Setelah acara dibuka oleh master ceremony, materi dimulai oleh reporter IDN times wilayah Makassar yaitu Muh. Nur Abdurrahaman atau akrab disapa dengan kak Ammang.

Pertama , Kak Ammang menjelaskan sekilas tentang IDN Times. Beberapa Fakta yang mencengangkan dengan media online IDN Times yang baru saya ketahui.



Pemilik IDN Times adalah kakak beradik Wiston Utomo dan Wiliam Otomo  yang masih sangat muda.
Pemilik IDN Times News bersama Gurbenur Sulawesi Selatan. Sumber foto : instagram Wiliam Otomo

Menurut Kak Ammang , kedua kakak beradik ini masih sangat muda  yaitu kelahiran 1994.  Saya lebih tua sekitar 10 tahun lebih dari big boss saya. katanya  sambil sedikit tertawa.

" Jadi owner IDN Times ini lebih memahami apa yang milenial butuhkan, inginkan dan cenderung tertarik dengan hal apa ?" jelasnya lagi.

" Maka dengan itu tidak salah jika tagline IDN Times  itu " The Voice of Milenial dan Gen Z ". Kerna memang pembaca IDN Times itu dominan ke anak muda seperti kalian" .Lanjut nya lagi.

Pengunjung IDN Times mencapai 50 juta per bulan.

Kak Amang kembali menunjukkan data bahwa pengujung IDN Times mencapai 50 juta perbulan. Jadi Tidak heranlah jika IDN times sekarang menduduki peringkat ke-4 media online di Indonesia. Media online yang terbilang baru tapi bisa menyalip pendahulunya.

Media online ini resmi melebarkan sayap ke Sulawesi Selatan pada pada tanggal 15 Januari 2019. Para pembaca bisa mengetahui hyper lokal Sulawesi Selatan di sulsel.idntimes.com.

Setelah menjelaskan sekilas tentang IDN Times, Kak Amang melanjutkan materinya tentang gaya penulisan IDN Times.

Hmm..Materi yang saya tunggu-tunggu telah tiba. Sebagai seorang jusrnalis di salah sebuah media online yang cukup baru juga, hal-hal sebegini cukup penting untuk saya pelajari.

Gaya penulisan IDN times adalah listicle
Listicle adalah tulisan yang dibuat dengan daftar atau poin-poin tertentu berdasarkan topik yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Inilah ciri khas IDN Times dalam menyajikan informasi yang dikemas dalam bentuk listicle.

Berikut beberapa kelebihan gaya penulisan Listcle versi IDN Times



1. Informasi dalam bentuk listicle lebih  diminati oleh milenial
Kita akan lebih mengerti apabila dirasakan  dan alami sendiri..Yups that the point for the  owner of  IDN Times News. Gaya tulisan yang ditawarkan medianya adalah cerminan dari dirinya sendiri.

Pembaca milenial lebih menyukai tulisan yang yang ringan , inspiratif, inovatif dan memberi solusi. Generasi milenial tidak menyukai tulisan yang terlalu berat dengan analisis yang mendalam.

So, tulisan dalam  bentuk listicle menjadi salah satu solusi dengan menampilkan sub-sub inti dari pemahasan pokok artikelnya. Topik yang dibahas akan mudah dicerna jika disajikan dalam bentuk list.

Sebenarnya  bukan cuma tulisan, video dalam bentuk list juga diminati generasi milenial.  Lihat saja channel YouTube yang menampil daftar seperti  channel calon sarjana, Daftar 5, jalan tikus yang cenderung menampilkan list dalam menyampaikan kontennya.

Lazimnya hal-hal unik banyak disajikan dalam bentuk list. Contoh lainnya lagi, kita bisa lihat di program Trans 7 On The Spot yang juga memilih menampilkan informasi dalam bentuk list.

Saya juga merasakan hal ini. Dengan gaya penulisan listicle, kita lebih gampang memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Intinya, informasi dalam bentuk listicle tidak berbelit-belit dan straight to the point dengan  penjelasan yang cukup jelas.

" Tapi kami bukan mengatakan gaya penulisan kami yang paling terbaik. Masing-masing media atau penulis punya ciri khas tersendiri. Masing-masing punya target pembacanya . Sebagai penulis kita harus saling menghargai itu. Menurut kami ini yang cocok buat generasi milenial dan listicle inilah yang kami terapkan di IDNtimes" jelas Kak Mamang lagi.

2. Informasi listcle bisa menarik pembaca mulai dari judulnya 
Coba kita bandingkan dua judul ini.

i. Objek wisata Sulawesi Selatan banyak dikunjungi wisatawan asing

ii. 5 objek wisata di Sulawesi Selatan yang wajib kamu kunjungi

Kedua-kedua punya daya ketertarikan yang berbeda. Walau kedua-duanya punya isi informasi yang hampir  sama tapi disampaikan dengan cara yang berbeda.

Poin penting dari  kedua-duanya pasti menginformasikan apa-apa saja objek wisata paling top di Sulawesi Setalan, di manakah lokasi objek wisata tersebut, apakah daya tarik pada objek wisatanya dan pengunjung objek wisata.

Jika melihat keduanya, judul dalam bentuk list biasanya banyak dikunjungi. Dalam membuat judulnya lazimnya ditambah kata-kata penegasan seperti harus, wajib, terbaik, paling dan kata lainnya. Dari judulnya saja kita akan semakin penasaran untuk ingin membacanya.

3. Informasi listicle jarang yang klik bait

Kak Ammng melanjutkan penjelasannya, ia mengatakan informasi listicle jarang yang klik bait. Kalian bisa lihat sendiri di IDNTimes.

I totally Agree with this statement. Biasaya kalau listicle memang jarang yang klik bait. Misalnya jika ingin menginformasi 5 daftar/list, pasti pembahasanya tidak akan jauh dari yang 5 ini. Beda dengan judul yang klik bait. " 100 orang tewass .., eh yang tewasnya malah semut " ..Hampa bacanya..

4. Format berita listicle lebih mudah dimengerti
Bukan cuma dalam opini,  dalam penyajian berita juga IDNtimes tetap menerapkan gaya penulisan listicle. Poin- poin berita dan kronologi kejadian dibuat dalam bentuk list. Dengan ini, pembaca bisa melihat poin penting dari berita atau kejadian. Jadi Informasi yang disampaikan lebih mudah difahami dan dicerna oleh semua lapisan masyarakat.

Saya sempat mengecek berita terkini IDN Times News. Contohnya berita yang diterbitkan berkaitan dengan video viral camat se-kota Makassar. Lihat beritanya di sini. Berita yang disampaikan cukup jelas kerna ada poin-poin intinya.


5. Listicle IDN Times dilengkapi foto dan grafik dengan desain yang menarik
Selain poin penting yang disajikan , IDNtimes juga menyertakan foto dan grafik sebagai pendukung informasi. Dalam menyampaikan data tertentu grafik yang disajikan juga dari hasil riset atau sumber yang terpecaya.

Jadi lebih bervariasi dan membuat pembaca tidak bosan. Selain mejadi magnet, foto dan grafik yang menarik akan lebih mempejelas pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

6. IDN Times juga mengajak membacanya untuk menulis dalam bentuk listicle
Poin ini juga cukup menarik bagi saya. Pemateri kedua Achmad Hidayat sebagai Top witer di IDN times Community Makassar  menjelaskan, di IDN times itu kita juga diajak untuk berkontribusi dengan menulis. Katanya, ada honornya juga loh. :)

Menurut Ahmad, IDN Times lebih di sarankan menggunakan gaya penukisan listicle. Jika teman-teman mau jelaskan tentang kuliner contohnya, bisa dijelaskan dengan daftar makanan lokal yang ada di daerah masing-masing. Dilist, ada foto , dan tentunya dikikuti dengan penjelasan di setiap makanannya.

Dia melanjutkan, teman-teman juga bisa memanfaatkan video yang viral lalu sampaikan sesuai opini kalian dalam menangapinya. Jangan asal juga yah, pastikan videonya menarik dan inspiratif.

Nah, itulah yang sempat saya bagikan setelah mengikuti kegiatan Write and  Publish yang diselenggarakan oleh IDN Times News. Bagi penulis pemula seperti saya , tips nulis dari IDNtimes juga bisa dicoba.


Minat baca para milenial bisa dipupuk jika kita mengerti apa yang mereka inginkan.
Sekian..

Semoga bermanfaat guyss.see you next time..
Foto bareng usai kegiatan bareng IDN Times Community

23 Responses to "Nyasar Pembaca Milenial, IDN Times News Menggunakan Gaya Penulisan Listicle"

  1. Makasih ilmu yang singkat tapi ngena banget, karena setelah saya ingat-ingat gaya yang seperti ini memang membuat lebih cepat tangan untuk meng-klik informasi tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga berpikir begitu seletah mengikuti kegiatan ini..

      Delete
    2. dan saya mulai rubah-rubah judul blog karena ini.

      Delete
    3. Wow..Semoga makin menaikkan trafik blognya..

      Delete
  2. beruntung sekali kak Atim bisa belajar langsung dari Kak Ammang. btw, loncat ki kak penomoran ta, dari 3 langsung ke 5.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya di'..maksih koreksi kak Anchu..Iya sempat cerita tentang AM ke dia..dia kenal Daeng Ipul, dan Ibu Rara sebagai pendiri AM..aslinya jurnalis senior anne..ngak rugi datangnya..

      Delete
  3. Baru tahu kalau gaya penulisan listicle itu ternyata diminati oleh para milenial. Meskipun belakangan cukup sadar sendiri kalau tulisan dengan memasukkan 5 hal bla bla2..itu memang lebih menarik untuk di klik. Soalnya menginfokan kalau kita cukup membaca lima hal, tidak perlu banyak-banyak 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,iya,,yang cenderung straight to the point, inovatif dan solusif..hhehe itu ternyata diminitai ..listcle salah satu caranya..klw 3-5 atw lebih biasanya tergantung penulisnya,kk.. :)

      Bdw mksih atas kunjungannya.. :)

      Delete
  4. Saya bukan milenial, lebih tepatnya mama anak milenial tapi saya suka tulisan dengan gaya listicle ini. Sering juga saya gunakan pada saat mengajar, karena murid-murid saya gampang mengerti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe siap bunda..biar bukan milenial tapi jiwa tetap milenial..

      Terbukti yah listicle ini ,memang di sukai anak-anak jaman now.

      Delete
  5. Memang terlihat menarik IFN Times menuliskan sesuatu. Biasa juga tawwa masuk page one Google. Ternyata kedua narsum di atas penulis ya di IDN Times untuk wilayah Makassar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Typo ka', IDN maksudku bukan IFN

      Delete
    2. Iye Ibu,,yang satunya reporter dan yang 1 lagi Penulis top di IDN writer community..

      Memang menarik twwa tulisannya di IDN times..

      Delete
  6. Aku loh kak, menulis drama saja pake metode listicle hahaha. Soalnya metode itu selain nyaman untuk pembaca, juga jadi kontrol bagi penulis..

    ReplyDelete
  7. Mantapp tuhh..saya juga pengen coba juga,,selian bagus untuk pembaca ternyata ada kelebihannya juga buat sang penulis..

    ReplyDelete
  8. Wah saya baru tahu pendidri IDN Times adalah kakak beradik yang umurnya masih muda gitu. Pun baru tahu dengan istilah jenis tulisan listeicle. Postingan yang mencerahkan sekali nih.

    Thanks for sharingnya kak Atim.

    ReplyDelete
  9. Waduh, kentara kalo saya bukan millenial, nda ku suka kalo tulisan listicle begitu.
    Sebenarnya bagus sih, karena pembaca sudah diberitahu ada berapa poin-poinnya, trus penulis juga bisa fokus penyampaiannya, tapi kayak hilang penasaranku kalo sudah baca judulnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhehe, baca juga penjelasan dari sub2nya, agar penasarannya hilang tuntas, kk :)

      Delete
  10. Mantep. Saya juga pernah ngirim tulisan di IDNTimes haha. Karena memang menurut saya IDNTimes di masa sekarang adalh media pemberitaan yang cukup berbeda dari media yang lainnya

    ReplyDelete
  11. Waaahhh beruntungnya kak atim datang ya. Saya juga rencana pengen datang waktu itu tapi telat ka bangun hiksss padahal saya juga pembaca dari iDN Times. Krna hal2 yg ku cari pasti larinya banyak kesana.

    Semoga ada lagi ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe,,lain kali klw ada kegiatan dari IDN Times ,kita pergi bareng..

      Delete