Berikut 5 Fakta Tentang KUN yang Harus Kamu Ketahui

Sumber foto : komunitas KUN 
Koin Untuk Negeri (KUN) adalah sebuah komunitas pemuda di Sulawesi Selatan yang berorientasi dalam bidang sosial dan pendidikan.

Komunitas KUN yang terbentuk pada tanggal 1 Januari 2016 dipelopori oleh Akbar Alimuddin dan beberapa rekannya di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Heri Alfian sekalu Wakil Ketua Umum KUN menjelaskan bahwa komunitasnya berhasrat mewujukan cita-cita bangsa dalam mewujudkan pemerataan pendidikan hingga ke daerah terpencil khususnya di Sulawesi Selatan.

Dia menceritakan, ada banyak hal yang memprihatinkan di sekolah-sekolah terpencil. Kondisi adik-adik di sana membuat hati kecil kami terpanggil untuk membantu mereka.

Kondisi Siswa di salah sebuah sekolah terpencil. Foto : Komunitas KUN 
Dari pengalamannya, dia melihat anak-anak yang hanya berkaki ayam ke Sekolah, lantas tidak punya sepatu.

Tidak punya seragam sekolah, tidak punya alat tulis, tidak punya tas, dan ditambah lagi dengan kondisi sekolah yang tidak kondusif.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Bara di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Maros. Foto : Komunitas KUN

Lalu , sekolah-sekolah tersebut juga tidak mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang memadai dikernakan kurangnya tenaga pengajar yang ingin mengabdi di pelosok.

" Dari itu kami pemuda-pemudi yang bergabung di Komunitas KUN turut andil menghulurkan bantuan kepada adik-adik yang ada di pelosok negeri ini" Ujar Heri

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Hidayatullah (kelas jauh) Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Maros. Foto : Komunitas_KUN

Ingin tahun lebih jelas tentang komunitas ini,
Berikut kami akan paparkan, 5 fakta tentang KUN yang harus kamu ketahui :

1. Kumpul koin untuk bantu siswa di pelosok

Pengumpulan KOIN melalui program TSK KUN di UNM

Komunitas KUN punya kegiatan rutin yakni mengumpulkan koin dalam bentuk celengan. Inisiatif mengumpulkan koin merupakan salah satu upaya penggalangan dana untuk membantu siswa di pelosok.

Kegiatan  mengumpulkan koin merupakan program andalan komunitas KUN yang dibingkai dengan nama Tunjuk Satu Koin. (TSK ).

Ragam bentuk celengan edisi November 2017, Foto : Instagram Komunitas_KUN

TSK merupakan program yang didesain untuk mengajak seluruh elemen berbagi, guna meringankan beban pendidikan adik-adik yang kurang beruntung melalui patungan celengan setiap bulan.

Dana yang terkumpulkan akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, seragam dan lain-lain.

Pembagian Donasi Tas Sekolah kepada siswa di Desa Moncongan,Kecematan Bungaya, Kabupaten Gowa Foto: Komunitas KUN 


2. KUN bentuk Relawan SEJARA

Relawan SEJARA di salah sebuah sekolah terpencil di Sulsel

Melalui program Sekolah Jejak Nusantara (SEJARA), KUN mengajak segenap pemuda untuk menjadi relawan dengan mengabdi di sekolah-sekolah terpencil.

Heri membeberkan, relawan yang akan direkrut mulai dari mahasiswa, alumni perguruan tinggi, maupun yang sudah bekerja. Intinya mereka punya keinginan untuk mengabdi melalui program SEJARA. 

Komunitas KUN akan melakukan beberapa tahap seleksi dalam pengrekrutan relawan SEJARA.

Setelah itu,  sebanyak 20 relawan akan dipilih untuk mengabdi di sekolah-sekolah  terpencil yang sudah ditetapkan oleh komunitas.

3. KUN sudah mengabdi ke 4 Sekolah terpencil di Sulsel 


Komintas KUN mengabdi di SD INPRES Moncongan, Kabupaten Gowa.

Sejak terbentuk komunitas ini di tahun 2016 silam, KUN sudah menjejaki 4 sekolah terpencil yang ada di Sulawesi Selatan. Berikut daftar sekolahnya :

  •  Madrasah Ibtibiyah (MI) Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamtan Tompobulu, Kabupaten Maros
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Bara di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamtan Tompobulu, Kabupaten Maros
  • SD Inpress Moncongan, Desa Bintomanai, Kecematan Bungaya, Kabupaten Gowa
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Hidayatullah (kelas jauh) Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Maros.
Heri Alfian berbaju merah (kanan) bersama siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Hidayatullah Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Maros
Dalam 4 sekolah di atas, ada beberapa sekolah yang mereka kunjungi lebih dari 1 kali, lantaran guru di sana memangil anggota KUN untuk mengabdi lagi. 

" Biasanya kami mengabdi selama 4 hari setiap bulannya dengan menurunkan orang yang berbeda." Kata Heri. 

Ia menceritakan lagi,  dia dan teman-teman pernah penempuh jarak selama 7 jam untuk sampai ke lokasi.

Relawan sejarah menyemberangi sungai untuk sampai ke lokasi tujuan. Foto : Komunitas KUN 

Perbagai rintangan yang dilalui mulai dari menyeberangi sungai, mendaki bukit, memasuki hutan dan melawati jembatan gantung.

Anggota Komunitas KUN melewati Jembatan Gantung untuk ke lokasi pengabdian. Foto : Komunitas KUN 
Dengan penuh semangat dan pantang menyerah, anggota komunitas KUN saling bahu-membahu agar semua relawan selamat hingga ke lokasi tujuan.


4. Anggota Komunitas KUN sangat terlatih di dunia pendidikan
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Komumitas KUN.
Anggota Kumunitas KUN rata-rata terdiri dari alumni Fakultas Pendidikan dari beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Kota Makassar.

Dari informasi yang kami himpun, di antaranya ada dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Univeristas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Universitas Negeri Makassar (UNM),  dan Universitas Hasanuddin (Unhas). 

Selain itu, anggota KUN akan diasah lagi keterampilan mengajarnya di Komunitas.

Kegiatan outdoor yang dilaksanakan salah seorang relawan KUN. Foto : Komunitas KUN 

Heri yang juga alumni Unismuh Makassar ini, menerangkan bahwa ada wali kelas dalam komunitas yang berperan melatih relawan yang baru bergabung. 

Lalu mereka akan mempersiapkan segala media pembelajaran yang dibutuhkan nantinya.


5. Pendiri KUN simpan celengan di pintu keluar rumah.


Pendiri komunitas  KUN yakni Akbar Alimuddin punya kebiasaan tersendiri dengan menyimpan celengan di pintu keluar rumahnya.

Hal ini dilakukan dirinya sebagai motivasi untuk konsisten berpartisipasi di kegiatan TSK stiap bulannya.

Makanya Akbar menaruh celengan dekat pintu keluar supaya pas mau keluar atau masuk rumah, dia tidak lupa menyisihkan koin di celengannnya.

Uang koin atau receh terkadang diabaikan begitu saja sehingga tak jarang ditemukan di dapur, di atas meja, di bawah kolom tempat tidur, di pojok rumah, bahkan sampai di dalam sepatu bekas.

Karena itu daripada terbuang sia-sia termakan usia.atau jadi santapan karat, mending dimasukkan dalam sebuah wadah terus kumpul ke komunitas kami “Koin Untuk Negeri-Ku”


Minat untuk berbagi, mengajar, dan menginspirasi adik-adik di tepian negeri?..Merasa peduli dan peka terhadap keterbatasan adik-adik di sudut negeri.?

Ayu, salah seorang anggota KUN . Foto : Instagram Komunitas _kun 

Paling tidak,  Anda punya koin di rumah yang ingin di sumbangkan ? Mari jadikan koin Anda agar bermanfaat buat orang lain.

Kegembiraan yang terpancar di wajah siswa di pelosok ketika mengikuti kegiatan Komunitas KUN.

Yuk, Mari sama-sama kita hulurkan bantuan seikhlasnya untuk membantu adik-adik di pelosok negeri ini agar mereka bisa mengecap pendidikan selayaknya.



Nonton juga : Video Dokumenter KUN di 3 Sekolah Jejak Nusantara 



9 Responses to "Berikut 5 Fakta Tentang KUN yang Harus Kamu Ketahui"

  1. Semoga KUN dengan tujuan mulianya tetap mengabdi untuk bangsa dan nusa, berbagi, mengajar, dan menginspirasi. Menyemai senyum anak bangsa di pelosok negeri.

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, sangat inspiratif sekali komunitas2 begini. Saya juga kenal beberapa teman2 yang aktif di komunitas serupa, bergerak dibidang sosial. Tapi yang satu ini unik sngat, betul2 dengan memgumpulkan koin. Hihi. Semoga gerakan2 sosial begini bisa menyebar lebih luas lagi.

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, bagus banget kegiatannya ini. Semoga makin banyak orang yang tergerak hatinya untuk menyumbangkan koinnya demi pendidikan yang lebih layak buat anak di pedesaan.

    ReplyDelete
  4. Keren sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Semoga nanti bisa berpartisipasi mengabdi untuk mencerdaskan bangsa

    ReplyDelete
  5. mantulll, bossss...baru tau adaa komunitas ini..but jempil dengan kegiatannya yang mulia..

    ReplyDelete
  6. Masya Allah... Keren sekali...Saya baru tau ada komunitas ini dan terharu setelah baca ini. Sedih juga lihat kondisi sekolah seperti itu..

    ReplyDelete
  7. sedikit demi sedikit akan jadi bukit. receh demi receh akan sangat bermanfaat bagi adik-adik kita yang ada di pelosok. selalu terharu pada anak-anak muda seperti mereka yang memilih berbuat lebih pada orang lain. Oh iya, setahu saya, ada juga komunitas Coin A Change yang mengumpulkan koin-koin receh demi membantu orang lain.

    ReplyDelete
  8. Mantap ini! Saya juga pernah daftar KUN tapi nda sempat berangkat. Yahh dulu padet-padetnya lab karenakan harus netap 4 hari di lokasi.

    Yass karena Pendidikan adalah tanggung jawab bersama!

    ReplyDelete