Berikut 4 Trik Jitu Untuk Jualan Online Mengunakan Whatsapp


Whatsapp merupakan salah satu aplikasi chattingan paling populer di dunia dengan total pengguna mencapai 1,5 milyar  di tahun 2018 dilansir dari statista.com. Nah Selain digunakan untuk berkomunikasi, aplikasi ini juga digunakan untuk berjualan beli online lohh..

Namun seberapa efektifkah Anda dalam berjualan produk menggunakan aplikasi whatsapp.? Dengan cara yang kurang tepat, bisa saja  teman Anda akan bakalan jengkel lalu melakukan pemblokiran pertemenan di whatsapp. hikkss..

Dari itu saya akan coba bagikan trik  berjualan di whatsapp agar cara yang yang digunakan akan lebih efektif dan tepat sasaran. Tanpa basa-basi, yuk langsung saja kita simak bersama.



1. Tambahkan  jumlah kontak sebanyak-banyaknya

Jualan kepada 100 orang pasti beda hasilnya dengan dengan 1000 orang. Maka dari itu Anda harus menambahkan kontak sebanyak-banyaknya agar peluang closing akan lebih tinggi.  Coba check berapa jumlah kontak yang anda miliki  sekarang . 100, 500  atau sudah mencapai 1000 kontak ? Jadi mulai sekarang mulailah mengumpulkan kontak list kontak whatsapp.

Jadi kalau ada kontak whatsapp kita lihat dimana pun ,itu kita save yah ?

hehe. Bukan begitu juga yah .. Kita harus melakukan yang namanya  whitelisting.

Kontak list whatsapp akan sangat bermanfaat jika si pemilik whatsapp dan anda saling save nomor handphone.  Jadi Anda save, dia juga save.  Nah proses inilah yang dinamakan Whitelisting . 

Pertanyaannya lagi, bagaimna caranya agar dia mau save nomor whatsapp kita ?

Jawabannya adalah berikan umpan (leads magnet ). Jadi dimulai dengan soft selling dulu.

Lead magnet atau umpan yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Tujuannya dari lead magnet adalah agar Anda bisa saling kenal lalu saling save nomor whatsapp.

Berikut contoh leads magnet yang bisa diberikan
  • Video Tutorial Gratis 
  • E-book gratis
  • program belajar gratis
  • Program give away 
  • Kuliah Whatsaap (Kulwa) gratis 
  • Tips-tips gratis seputar produk
Silakan dipraktekkan sesuai bisnis Anda masing-masing.

Contohnya , jika berjualan jilbab, Anda bisa berikan video tutorial gratis cara mengenakan jilbab yang keren ,stylish dan fashionable.



2. Interaksi harus kuat

Hampir sama dengan prinsip ketika Anda berjualan di facebook. Minim interaksi, maka minim tranksaksi.

Di whatsapp juga berlaku. Jangan sampai kerna sudah menjadi kontak list ( whitelisting ) kita jadi seenaknya melakukan promosi. Kirim pesan siaran/  broadcast  brutal atau ngiklan setiap hari. Dampaknya, teman whatsapp bisa jengkel dan bisa berujung dengan pemblokiran kontak whatsapp. Kontak yang sudah cape-cape dikumpulkan  pada awalnya, eh.. malah berkurang. :(

Berikut ada beberapa cara berinteraksi yang cocok di whatapp.
  • Buat program belajar/edukasi melalui grup whatsapp khusus.
  • Program edukasi via broadcast 
  •  Status pertanyaan via whatsapp stories
Mungkin Anda pada bertanya, edukasi seperti apa yang dimaksud dari poin-poin di atas.? Mari kita bahas lebih spesifik lagi tentang edukasi yang dimaksud.

Tentunya edukasi yang dimaksud adalah informasi seputar produk Anda. Jadi, bukan hard selling alias langsung jualan loh. Maksud saya, sharing-sharinglah terlebih dahulu apa  yang ada hubungannya dengan produk Anda.

Misalnya, Anda menjual produk herbal, sharinglah masalah kesehatan dan gaya hidup sehat. Atau anda berjulan buku edukasi anak, cobalah sharing seputar masalah parenting dan tumbuh kembang anak. Begiu juga jika anda jualan pakaian atau kosmetik, bisa sharing soal lifestyle dan kecantikan. 

Semoga paham yah.. :)

Jika interaksi bagus, Trust akan terbentuk dengan sendirinya. Pada akhirnya produk Anda solusi adalah solusi yang tepat dari permasalahan yang ada. Jadi closing akan semakin mudah, dan profit akan semakin naik deh..Asiekkk.. 
;)



3. Memahami dan menggunakan Sales Funneling di Whatsapp.

Funnel ???.. hmm Anda Bingung dengan kata funnel ? Funnel adalah corong . Atau bentuk  lain juga biasa disebut dengan piramida terbalik. Intinya penjelasan akan semakin pengerucut. Jika masing bingung coba Anda  lihat gambar dibawah. 


Saya mengelompokkan target market atau kontak database berdasarkan temperatur ( suhu) . Cold Market, Warm market, Hot Market, dan very hot market. (level trust). 

Jadi ada 4 buah funnel.

Cold Market
Pada tahap wal, Cold Market adalah semua kontak list dan database whatsapp yang sudah kita miliki. Kerna sudah kenal dan berinteraksi di facebook belum tentu juga berinteraksi di whatsapp. Usahakan mengubah suhu atau temperatur mereka menjadi warm market sebelum kita melakukan promosi ?

Cara bagaimana ??

Undang mereka ikut ke dalam program edukasi yang kita buat baik melalui group atau broadcast whatsapp.  

Diharapkan dengan adanya program tersebut, maka interaksi bisa terjalin dan memunculkan trust. 

Warm Market
Warm market adalah kontak yang isinya orang-orang yang telah berinteraksi melalui  program kuliah whatsapp (kulwa) dan braodcast yang telah kita buat. 

Kita kumpulkan mereka dari dalam broadcast list khusus. Mereka yang dikumpul di list ini sudah setingkat lebih dekat interaksinya dengan kita atau level trustnya jauh lebih baik. Ujung-ujungnya broadcast list khusus ini digunakan untuk mengirim pesan promosi.

Hot Market 
Nah ini adalah list kontak yang pernah beli produk yang kita jual. kelompokkan mereka menjadi dalam satu broadcast list atau lebih.

Hampir sama dengan warm market, pesan yang kita kirimkan di list ini berisi pesan promosi agar terjadinya repeat order( RO). Mereka  membeli lagi  produk kita atau bisa saja menjadi pelanggan  setia. 

Pesan promosi yang dikirim di list ini akan lebih mudah dan copywriting lebih simple kerna merka sudah pernah menggunakan produk Anda.

Very Hot Market
Very hot market adalah list yang isinya para reseller Anda. 
Kenapa very hot ?? Kerna reseller bukan saja membeli yang kita tawarkan tapi mereka juga membantu menjual produk kita. 

Semakin banyak kontak yang ada di broadcast list hot market dan very hot market, Semakin besar kemungkinan total penjualan yang kita akan raih.

Dengan memahami market temperature, maka kita akan memahami cara memperlakukannya.
Jika caranya benar maka, hasilnya akan besar.. Insya Allah.. :)



4. Mengusai teknik Closing di whatsapp 

Teknik Closing ini amat penting dalam penjualan. Dari segala usaha yang dilakukan di atas, harapan terakhir kita adalah closing yakni terjadi transaksi pembelian. Tidak jarang kerna chatnya salah maka yang rentan terjadi adalah PHP ( pemberi harapan palsu). Sebelkan yah.. Sudah chat panjang kali lebar, Anda jelaskan juga sudah setinggi langit eh, malah ngak jadi beli.. Sabar...Sabar.. :(

Yuk kita belajar cara closing di Whatsapp..

Banyak yang bertanya , kalau ada yang bertanya tentang harga, kita langsung jawab harga atau bagaimana.?

Yang biasa terjadi, pas jawab harga eh Si pembeli malah kabur..Jika pertanyaaan itu dilontarkan, coba gunakan cara ini.

Pertanyaan dijawab dengan pertanyaan ??
Contoh :
Calon pembeli  (Daeng kulle ) : Boss, buku ini berapa harganya ??
Saya : Sebelum saya jawab harganya Daeng , kita sudah tau apa manfaat lengkap dari buku ini ?
Daeng Kulle : Belum boskuu, apa yah ?
Saya : oh begitu.. Jadi bigini daeng, buku jago jualan  ini jika dipelajari dan dipraktekkan secara konsisten..bla,bla,bla..dan harga bukunya itu RP xxxxx.

Nah , Daeng mau isi data pemesanan sendiri atau saya bantu ?
Daeng Kulle : Oh iya, saya isi sendiri saja. ( yeah closing)

Tambahan, jika produk anda punya banyak warna, bisa juga kasi opsinya sperti ini :
Jadi Daeng , mau yang warna apa ?

Harap diingat , jangan memberikan jangan memberikan pertanyaan yang jawabannya kemungkinan tidak.

Misalnya, jadi beli bukunya yah mas ??
Pertanyaan di atas sama seperti mengarahkan untuk tidak beli. (gagal closing)

Contoh
Buyer  : Mahal yah harganya ??
Seller : oh iya. Kira-kira yang pantas untuk produk dengan benefit seperti ini harganya berapa yah ?

Contoh jawaban, jika anda mendapat keluhan masalah harga.

Salam laris..!!


Sekian apa yang sempat saya bagikan tentang tips dan trik jitu jualan online menggunakan platform whatsapp. Jika Anda punya masukan atau tips lain tentang jualan online menggunakan whatsaapp, di tunggu yah komentarnya,

Terima Kasih :) See you next time..     

14 Responses to "Berikut 4 Trik Jitu Untuk Jualan Online Mengunakan Whatsapp"

  1. Saya belum terjun ikut bisnis online sih tapi boleh juga nih tipsnya. Bermanfaat sekali. Semoga bisa saya terapkn nanti klu mau jualan online dengan mengandalkan WA.

    ReplyDelete
  2. Saya belum berniat jualan via daring atau pun whatsapp tapi artikel ini harus saya simpan. Akan berguma nanti

    ReplyDelete
  3. Saya mgk masih kolot soal medsos dan blog2an, masih memakai media itu sebagai wahana berkomunikasi dan bersosialisasi.
    Saya memang lihat banyak kawan yang jadikan sosmed sebagai lapak untuk jualan, saya maklumi dan malah menghargai upaya mereka. lagian sapa tau mmg saya butuh.

    anyway, makasih tipsnya bro... sukses ki selalu..

    ReplyDelete
  4. Saya paling suka tips terakhir. Tips kosong hahaha.
    Bisa dipraktikkan nih, walaupun sampai sekarang saya belum mulai jualan online sih.

    Oh iya Saya itu suka jengkel juga sama orang yang kurang saya kenal tapi tiba2 broadcast jualan barang atau jasa.

    Kimmalas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu klw langsung jualan, tuh yg hard selling..yah biasa klw direct to hard selling..itu mi yg biasa menjengkelkan..hehe

      Delete
  5. teknik closing mantap yah hehe. Oh, jadi itu alasan kenapa para ol shop sering kali berbeli2 menjawab pertanyaan, ternyata ada maksud terselubung hihi

    ReplyDelete
  6. Mantap bng, saya baru tahu kalo ada sales funneling gini di WA haha. Tapi untuk teknik yang pertama lumayan horror sih, tambahkan kontak WA sebanyakbanyaknya. Nanti kalo ada kontak yang aneh2 kan ribet juga 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaa..harus banyak targetnya kalau mai bnyak pembelinya..ngak horor2 amat juga heehe

      Delete
  7. Nah ini perlu diketahui banyak orang, jualan online itu ada trik bukan sekadar posting sana sini, bukan sekadar modal media sosial.

    Nice tips

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul om,,biasa promo brutal bisa berujung pemblokiran,,hehe

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel