Pemilu Damai di Kontestasi Politik 2019

2 thumbs for peace

Berbeda pilihan itu biasa..Namun kehangatan dalam kebersamaan harus tetap terjaga. 

Pesta demokrasi sudah semakin mendekat. 17 April 2019 sisa menghitung hari. Riuh rendah pertarungan politik semakin memanas menghiasi atmosphere ruang publik.

Bagaimana seterusnya  kita melihat panorama politik kontestasi ?

Baca juga17 April 2019, Ayo ke TPS Pilih Garuda

Apakah ruang publik kita sudah benar-benar  diisi oleh politik yang substansi atau sekedar taruh sensaji ?

Saling klaim paling benar..  Maka tidak heranlah jika  muncul seribu satu macam pertanyaan yang menimbulkan perdebatan.


Kamu pilih siapa, 01 atau 02 ?,  Manakah yang lebih hebat ?,   dan siapakah yang lebih pro-rakyat ?

Perdebatan antar kedua kubu pun tak dapat dihindari. Mau di media massa, media sosial atau berdebat langsung.

Kamu bukan Capres-Cawapres , Kok kamu yang sibuk debat ??

Yah wajar juga , kalau memang TKN, tim sukses maupun relawannya..

Sipp.. Dengan alasan ingin mempertahankan calonnya.

Ah..Dulu itu, saya sampai mati-matian pilih si A. Sampai nih buktinya bekas luka gue waktu kampanye dlu..Sampai tetangga aja, gue skak habis-habisan calonnya.




Ingat Bro..Pemilu itu harus damai..

Siapa pun pemenangnya nanti, kamu tidak akan dianggap Pahlwan Nasional ketika jadi korban kampanye.. Palingan turut berduka cita..

Lebih sadisnya lagi kalau kamunya turut dilupakan. Siapa sih kamu yang pengen  mati-matian. Dari itu, cobalah kita pikirkan. Demi sebuah pilihan, apakah pantas perselesihan ini kamu lakukan..??

Gunakanlah hak pilih kamu sesuai hati nurani. Bukan terintimidasi,  maupun hanya kerna terobsesi.


Tapi yah,,ngak mungkin Netral juga sih dalam bilik suara.. Motor aja ngak jalan tuh kalau lagi nertal. :) Jadi kita  memang harus punya pilihan.

Hari ini,  saya sudah sudah punya pilihan sendiri.. Mau menang atau tidak, yang jelas kita harus sportif menerima keputusannya nantinya.


Saya sangat menghargai dan mengapresiasi kinerja Pak Jokowi di masa pemerintahannya mulai tahun 2014-2019. Dia baik kok..

Tapi dalam benak saya,  lebih baik lagi kalau 2019 beliau diganti.


Tanpa hujat dan caci maki.

PAS Deh..2019 Ganti Presiden..

Beropini tanpa melukai,
Memilih tanpa berselisih.

Kehangatan kita bingkai,
2019 Pemilu Damai.

Sekian.. :)

Barombong-Makassar, 17 Maret 2019


Nonton juga : JANGAN KERNA BERBEDA, Kita Terpisahkan



12 Responses to "Pemilu Damai di Kontestasi Politik 2019 "

  1. Betul sekali tentang menggunakan hati nurani dalam memilih bukan karena paksaan atau apapun

    ReplyDelete
  2. Hahah... Endingnya itu lho. Menegaskan pilihan kamu yaa, Daeng. PAS banget!! ✌

    ReplyDelete
  3. Pas sekali eh cocok sekali, beda pilihan oke. Mengutarakan opini juga oke tapi damai-damai sajalah. No hujat no caci-maki. Pusing pala Mamak nii :D

    ReplyDelete
  4. Beda pilihan itu tidak masalah. Yang jadi masalah itu klo beda pilihan trus smpe musuhan. Betul itu, pemilu ini tdk boleh golput dan harus tetap damai. Tidak ada org yg tidak punya salah. Bgtupun para calon pimpinan yg dipilih pasti ada sisi tdk baiknya.. tinggal masing2 pribadi menilai yg mna bisa di toleransi dan mana yg tidak

    ReplyDelete
  5. Sayangnya kebanyakan orang lebih memilih gagal menjaga kebersamaan yang hangat dalam keberagaman pilihan ya.

    ReplyDelete
  6. Beda pilihan itu biasa.

    Hal yang nda bagus itu kalau beda keyakinan. Saya yakin kalau saya ganteng, tapi dia yakin kalau saya jelek.

    Beda keyakinan..

    ReplyDelete
  7. PAS banget juga saya mah. Memilih itu memang harus berdasar hati nurani ya jangan karena paksaan apalagi karena iming2an. Tapi masih bingung untuk pemilu bulan depan soalnya saya lagi di luar daerah. Tapi semoga bisa ja juga ikut memilih. Soalnya satu suara untuk PAS itu berharga banget yaak *eh

    ReplyDelete
  8. setuju, beda pilihan itu biasa sekali ji. lagian bukan ja ki sepupunya itu capres semua. ndak perlu ribut dengan keluarga dan teman sendiri gara-gara mereka :)

    ReplyDelete
  9. Seandainya bisa memilih, saya sudah mau melewati masa 17 April itu. Lelah hayati membaca timeline yang penuh dengan berita hoax dan kebencian..... huuh

    ReplyDelete
  10. Saya setuju kak, pilihlah dengan damai. Siapa pun itu yang terpilih maka itulah yang harus kita kita dukung. Jika pun yang terpilih bukan jagoan kita, gak usahlah menghujat tapi sudah sepantasnya kita memberikan dukungan. Toh dengan memberikan dukungan dampaknya juga ke kita. Hehe

    ReplyDelete
  11. Saya lelah teramat sangat dengan banyak perdebatan yang panjang di pemilihan ini. Setiap orang sebenarnya nyaris sudah punya pilihan masing-masing. tidak perlulah salaing memaksakan. Ujung-ujungnya malah tidak damai malah

    ReplyDelete
  12. Saya juga sepaham kalau pemilu harus damai dan yang lebih penting saya juga sudah punya pilihan sendiri buat ikutan pemilu besok, walaupun hanya emak-emak kecamatan Tamalate saya berjanji akan pilih walikota baru kalu memilih walikota nanti orang. XD

    ReplyDelete