3 Hal Dari Letkol Moch Sroedji Bisa Tumbuhkan Semangat Patriotisme Generasi Milenial

Sumber foto : kompasiana.com
Rekam jejak perjuangan pahlawan nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini harus tetap dikenang oleh generasi  milenial.

Para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa, raga, hingga tumpah darahnya untuk melawan para penjajah di Bumi Pertiwi ini.

Kita memang tidak ikut serta dalam perjuangan yang mengorbankan jiwa dan raga di medan perang.

Namun kita khususnya generasi milenial sebagai penerus bangsa sudah seharusnya memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman.

Melawan lupa.!! Saatnya generasi sekarang turut mendalami sejarah para pahlawan bangsa yang telah banyak berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air tercinta.

Salah seorang sosok  pahlawan yang patut kita teladani adalah Letkol Moch Sreodji.

Berikut 3 hal dari Letkol Moch Sroedji yang bisa menumbuhkan semangat patriotisme generasi milenial.

1. Rela berkorban
sumber foto : twitter/Irma Devita

Letkol Moch Sroedji merupakan sosok pahlawan yang rela mengorbankan jiwa, raga, harta, dan nyawanya demi memperjuangkan kemerdekaan tanah air.

Pada waktu itu, Letkol Moch selaku Komandan Brigade III/Damarwulan menerima perintah untuk melakukan " wingate action " dengan melakukan perang gerilya.

Wingate Action yang dilakukan selama 51 hari dengan menempuh jarak sekitar 500 kilometer.

Letkol Moch Sroedji dan pasukannya bergerak dari daerah ( Malang Selatan- Klakah-Lumajang- Jember). Kemudian Brigade III/Damarwulan dipisah menuju Bondowongso- Situbondo-Banyuwangi.

Sepanjang perjalanan, Brigade III Damarwoelan Divisi I TNI Jawa Timur mengalami banyak pertempuran. Puncak pertempuran terjadi pada 8 Februari 1949 di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember.

2. Pantang Menyerah
Sumber foto : Twitter/Irma Devita 

Letkol Moch Sroedji merupakan tentara yang pantang menyerah. Sewaktu terjadinya penyerangan mendadak penjajah belanda , beliau lebih baik gugur dari mundur.

Pada pertempuran sengit di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jember, pada 8 Februari 1949, Letkol Moch Sroedji memerintahkan anak buahnya untuk  melakukan perlawanan. Padahal posisinya sudah terkepung.

Dia berada di garda paling depan ketika penyerangan terjadi walau kondisi beliau tidak sehat.

Menurut sejarahnya, Sang komandan Brigade melakukan perlawanan sampai titik penghabisan walaupun sudah tertembak di pundak kiri hingga tembus dada.

Kemarahan memuncak ketika melihat sahabatnya Dr. Soebandi yang ingin menolongnya gugur tertembak tepat di kepala.

Dengan sepucuk pistol, beliau melompat dari parit sambil memegangi lukanya dengan satu tangan, dan tangan satunya menembakkan pistol ke arah tentera Belanda sampai peluru terakhir.

Bahkan ketika peluru pistol habis,  Letkol Moch Sroedji terus merangsek dan menghajar pasukan belanda dengan popor pistol.

Beberapa tentara Belanda terjungkal tewas, namun yang lainnya membidikkan senjata ke arah Letkol Moch Sroedji dan menghujani beliau dengan peluru.

Letkol Moch Sroedji akhirnya gugur di medan pertempuran tersebut. Waktu itu, Ia merupakan sosok pahlawan pemberani di usianya yang masih 34 tahun.

3. Cinta Tanah Air
sumber foto : Twitter/Irma Devita 
Sebagai putra bangsa ini, rasa cinta tanah air  yang begitu mendalam membuat Letkol Moch Sroedji rela mengorbankan nyawa demi memperjuangkan kemerdakaan negeri ini.

Letkol Moch Sroedji tidak ingin negeri ini di kuasai penjajah. Rasa cinta akan tanah air membuat beliau bergabung dalam militer di tahun 1943.

Wingate Action dan pertempuran sengit di Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember  menjadi saksi sejarah bagaimana beliau memperjuangkan kemerdekaan negeri ini sampai titik darah penghabisan.

Baca juga : Tumbuhkan Semangat Patriotisme, IDLC Sosialisasi Sosok Pahlawan Letkol Moch Sroedji

Nah itu dia 3 hal dari Pahlawan Nasional  Letkol Moch Sroedji yang bisa menanamkan semangat patriotisme di kalangan generasi milenial.

Mengutip dari redaksi berandatimur.com  cucu kandung dari Letkol Moch. Sroedji,  Irma Devita mengatakan, kita harus sadar bahwa rela berkorban, pantang menyerah dan cita tanah air adalah jati diri bangsa Indonesia.

Jati diri bangsa ini bisa kita miliki ketika meneladani para pahlawan nasional dan salah seorang darinya adalah sosok Letkol Moch Sroedji.

Bukan meneladani tokoh fiktif  maupun karakter hero yang ada dalam game online atau kartun.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial.

Mendalami sejarah pahlawan merupakan upaya mentrasformasikan semangat dan keberanian Sang Patriot ke generasi Milenial.

Patung Letkol Moch Sroedji di depan Kantor Pemkab Jember.  Foto : Ulil

Sumber : 

Indonesiatempo.co.id. Berjuang hingga akhir : Perjuangan Letkol Moch Sroedji

Irma Devita, 2014. Sang Patriot, Sebuah Epos Kepahlawanan : Inti Dinamika Publisher

Nonton juga : Sosialisasi Jejak Pahlawan Letkol Moch Sroedji di Kota Makassar.



0 Response to "3 Hal Dari Letkol Moch Sroedji Bisa Tumbuhkan Semangat Patriotisme Generasi Milenial"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel