Promosikan Figur Politikus Vs Produk-Produk Perusahaan di Blog, Apa yang Salah?

Foto ilustrasi 

Sama-sama mempromosikan sesuatu, cuma dengan objek yang berbeda. Terus , apa yang salah ..?

Selain menyampaikan aspirasi, ide dan gagasan, tak dipungkiri seorang blogger biasanya menerima job untuk mempromosikan produk-produk perusahaan, lokasi bisnis, event, hingga figur seseorang.

Ini sebagai salah satu alternatif, selain mendapatkan penghasilan dari iklan google adsense maupun publisher lainnya..Jika Anda menerima job promosi langsung di blog juga lumayan loh., Kadang feenya dibayar langsung oleh pengiklan. Berbeda dengan iklan di google adsense misalnya, yang membutuhkan beberapa persyaratan sebelum hasilnya bisa mendarat ke rekening peribadi.

Walaupun, uang bagi sebagian blogger adalah prioritas yang kesekian,  bukan yang utama, namun tak dipungkiri semua butuh amunisi.  Mungkin sebagian hanya ingin menyalurkan hobi dengan menulis,  atau ingin berbagai sesautu yang bermanfaat agar menjadi amal jariyah.

Ntar penghasilannya akan menyusul sebagai bonus. Alasannya, dari konten-konten menarik seorang blogger,  penawaran bisa datang dari segala penjuru tanpa diduga sebelumnya.

Yah,  benar juga.. Tapi alangkah baiknya jika hobi yang dibayar.  Hal ini juga menjadi salah satu motivasi buat content writers untuk terus eksis berkarya.

Kadang job dicari,  kalau sudah datang,  ngapain ditolak.

Kita lanjut ke inti pembahasan,  promosi figur politikus maupun prpoduk-produk perusahaan. Apa yang salah?

Bagi saya peribadi, kedua-duanya tidak yang salah. Kita diberi fee dengan profesional untuk mengulas produk atau seorang figur. 

Cuma saja ada beberapa menganggap politik itu dalam tanda kutip "kotor", sehingga ada yang melarang membahasnya dalam group-group media sosial tertentu. Yang bahas dan mempromosikan figur politik kadang didepak dari group.

Share foto maupun link saja biasanya diberikan teguran keras oleh admin group. Apalagi kita yang menerima job promosi, yang akan mengulasnya secara detail tentang figur politikus bersangkutan.

Biasanya sasaran utama tulisan dibagikan ke akun media sosial milik peribadi, group facebook maupun whatasapp. Siap-siap saja menerima komentar yang berbeda nantinya jika promosi konten politik.

Maka dari itu,  jarang yang ingin menerima job ini. Setelah kita membuat tulisan promosinya, mau dishare ke mana coba kalau bukan di media sosial atau group-group seperti whatsapp?? Bisa saja Anda akan diklaim fans fanatik atau tim sukses seseorang.. Kalau iya kenapa emang.. Wkkwk

Pengen tunggu terindeks di google.? hmm..bakalan lama ditemukan karena membutuhkan kata kunci tertentu agar tulisan kita bisa ditemukan.  Padahal,  pengiklan berharap agar konten kita bisa dijangkau banyak orang secepat mungkin.

Perlu diketahui, sebelum mulai mengulas seorang figur,  pasti kita diundang untuk mengadakan konsolidasi,  maupun sedikit perbincangan dengan figur bersangkutan.

Di sinilah Anda menilai sendiri,  apakah figur ini layak untuk Anda promosikan. Atau pada saat anda ditawarkan job promosi,  bisa dicheck sendiri rekam jejaknya.

Lazimnya,  seorang politikus yang ingin dipromosikan dirinya menjelang Pilkada adalah sosok yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Bisa jadi pertimbangan lagi,  sama ada Anda ingin menerima jobnya atau tidak. Barangkali,  Anda juga kenal sosoknya. Daripada ke orang lain, mending ke kamu ajha.

Sama halnya dengan promosi produk,  biasanya kita diundang untuk sama-sama membahas produknya sama ada dalam  bentuk seminar,  talkshow,, workshop dan lain-lain. Kadang ada sesi "user experience" untuk mencoba langsung produknya.

Barangkali juga Anda kenal the ownernya. Mungkin teman SMA,  teman kuliah atau bisa saja kerabat Anda sendiri.

Soal dampaknya di kemudian hari juga sama. Bagaimana kalau figur yang Anda promosikan itu ternyata pemimpin yang kurang beres ?

Bagiamana pula jika produk yang ada promosikan itu malah mendatangkan mudarat ke orang lain. Atau bisa jadi ini adalah promosi jebakan batman.

Wallahualam. Dampak di kemudian hari tidak ada yang bisa pastikan.

Intinya niat kita baik untuk melaksanakan job secara profesional. Mau terima atau tidak,  itu tergantung dari kita sendiri yang menelaah,  apakah figur maupun produk tersebut layak kita promosi maupun sebaliknya.

Atau bisa jadi juga tidak sesuai dengan niche blog anda.  Bisa saja kontennya tidak selaras dengan apa yang Anda tekuni selama ini.

Sekedar catatan, apa yang kita tulis dan bagikan ke khayalak ramai bisa dipertanggungjawabkan kelak.

Tidak kalah pentingnya lagi, kita harus saling menghargai antar penulis,  konten kreator maupun influencer lainnya yang aktif di bidang  promosi.

Do you want to accept the job or not ?  It's depend on you but the most important is, don't judge the other  

Sekian..
happy writing guys :)

Bagi kamu yang punya pendapat lain,  ditunggu yah di kolom komentar.

2 Responses to "Promosikan Figur Politikus Vs Produk-Produk Perusahaan di Blog, Apa yang Salah? "

  1. Siapapun dia berhak menggunakan media blog tak terkecuali public pigure ataupun politisi. Yang keliru menurut saya jika media blog digunakan untuk hal-hal negatif. Hehehe

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel